
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono ikut membantu menggali liang lahat untuk jenazah Erlina, pegawai negeri sipil di Polda Sulawesi Selatan. Ia tidak peduli pakaiannya harus kotor terkena tanah. Harapannya agar semua pihak mengingat kematian.
Panasnya
terik matahari, membuat buliran keringat di wajah Zainuddin, (45). Di
bawah tenda cokelat, petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang ini
menggali lihat lahat untuk jenazah Erlina, pegawai negeri sipil di Polda
Sulsel dan juga istri salah seorang personel Polda Sulsel, Aiptu
Sudarto, di salah satu titik pemakaman, Selasa (26/12), sekira pukul
11.00 WITA.
Di
tengah kesibukannya menaikkan tanah dari liang lahat dengan sekop,
Zainuddin kaget. Betapa tidak, warga Sudiang ini yang saat itu sibuk
menggali kuburan bersama rekannya, Daeng Bonto, disambangi Kapolda
Sulsel, Irjen Pol Umar Septono.
Umar
Septono yang mengenakan pakaian dinas harian dengan kopiah hitam di
kepalanya tersebut, langsung turun ke liang lahat. Mantan Kapolda NTB
ini segera mengambil sekop dan menggali. Sejumlah tumpukan tanah
berhasil dinaikkan jenderal bintang dua di pundaknya ini.
Zainuddin
menceritakan, dirinya sangat kaget, saat orang nomor satu di Polda
Sulsel ini ikut membantunya menggali kubur. "Kaget luar biasa, Pak
Kapolda mau turun membantu kami untuk menggali kuburan," bebernya
sebagaimana dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group).
Bahkan,
tambah pegawai kontrak petugas di TPU Sudiang ini, baju dan celana yang
dikenakan Kapolda Sulsel itu kotor akibat terkena tanah saat menggali
tanah.
Zainuddin
menjelaskan, Kapolda Sulsel terlebih dahulu tiba di pemakaman sebelum
jenazah istri salah seorang personel Polda Sulsel tersebut dibawa ke
lokasi pemakaman.
"Pak
Kapolda juga sempat membantu petugas pemakaman lainnya saat menutupi
tanah pada kuburan lainnya. Setelah itu, ia (Umar Septono, Red) kembali
ke rumah duka untuk melayat," jelasnya.
Kapolda
Sulsel yang melayat di rumah duka di Perumahan Taman Sudiang Indah
menyempatkan diri mengatur kursi. Usai jenazah istri anggota Intelkam
Polda Sulsel itu dimandikan, Umar Septono ikut mengangkat keranda
jenazah mendiang hingga ke masjid Al-Ikhlas yang jaraknya beberapa rumah
dari rumah duka untuk disalati.
Saat
jenazah Erlina tiba di lokasi pemakaman, Umar Septono kembali turun ke
liang lahat. Bersama Aiptu Sudarto dan seorang anaknya, Kapolda Sulsel
memasukkan jenazah mendiang Erlina ke liang lahat.
Sementara
itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono menjelaskan, apa yang
dilakukannya itu secara khusus sebagai bentuk duka kepada keluarga
almarhumah, sekaligus untuk mengingatkan dirinya bahwa betapa sempitnya
liang lahat dan yang meninggal tidak membawa apa-apa selain amal yang
telah dilakukan semasa hidupnya.
Selain
mengingatkan tentang kematian, kata pria kelahiran Purbalingga, Jawa
Tengah, 13 September 1962 lalu ini, juga merupakan bentuk kesyukuran
sesama muslim atas karunia Allah yang memberikan umur panjang kepada
kita semua.
Umar
yang lulusan Akpol 1985 ini mengingatkan, agar personelnya terutama
Bhabinkamtibmas, jika ada warganya yang meninggal dunia untuk dapat
membantu warganya yang sedang berduka, mulai dari kediaman duka hingga
ke pemakaman. "Bhabinkamtibmas harus ikut membantu," pungkas mantan
Kakorsabhara Baharkam Polri ini saat mengikuti takziah di rumah duka.
