
"Ancaman dari dalam itu jangan sampai kita biarkan terus berkembang, misalnya orang yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila ya jangan merusak Pancasilanya, pergi saja dari Indonesia, bikin saja tempat lain sana yang sesuai dengan ideologinya," tegas Wiranto saat acara Sosialisasi Inpres Bela Negara di Hotel Utami Sidoarjo, Senin (29/10/2018).
Wiranto menambahkan, Pancasila tak bisa dipisahkan dengan NKRI sebab keduanya merupakan harga mati sehingga harus dibela oleh masyarakat Indonesia. Ini karena, keduanya telah menghasilkan banyak kebaikan bagi bangsa.
"Bahkan NKRI ini tidak bisa dipisahkan dengan Pancasila, harga mati dan sudah menghasilkan suatu kebaikan bagi bangsa Indonesia. Pembangunan sudah on the right track menuju adil makmur, pembangunan daerah pinggiran sudah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia, untuk menuju adil makmur belum selesai memang tapi menuju ke sana sudah jelas," papar Wiranto.
Pancasila itu upaya menyatukan tanpa kenal jera sambil mengusir kolonial
Terlepas sebagai reaksi dari ucapan Wiranto ataupun bukan, pernyataan bijak ini layak direnungkan:
"Ada peminpin negara yang harusnya menyatukan perbedaan malah meminta yang tidak sependapat diusir menjadi imigran. Pancasila itu upaya menyatukan tanpa kenal jera sambil mengusir bangsa lain yg terlibat kolonial. Perlu akal untuk tidak mengusir bangsa sendiri." Demikian ungkap Andi Arief dalam cuitnya di twitter.
Ada salah satu komentar menarik yang bisa dijadikan referensi bahwa pancasila sebagai upaya menyatukan tanpa kenal jera membuahkan hasilnya. Sebagaimana komentar Teuku Deriansyah "ya.. ktika terjadi perbedaan gunakan pancasila utk pemersatu dng ber musyawarah utk mufakat.. masa pak @SBYudhoyono udh membuktikan pd masa pemberontakan GAM.. tidak membuang tp merangkul.. dn akirnya kami dr aceh ikhlas utk bersatu d NKRI kembali.
ya.. ktika terjadi perbedaan gunakan pancasila utk pemersatu dng ber musyawarah utk mufakat.. masa pak @SBYudhoyono udh membuktikan pd masa pemberontakan GAM.. tidak membuang tp merangkul.. dn akirnya kami dr aceh ikhlas utk bersatu d NKRI kembali— Teuku Deriansyah (@teuku_dey) October 30, 2018