-->

Perang Roket Meletus antara Pejuang Gaza dan Militer Israel







Perang roket meletus antara pejuang Gaza dan militer Israel pada Senin (12/11). Ekskalasi ini terjadi setelah Israel menggelar operasi senyap di Khan Yunis untuk membunuh seorang komandan Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) wilayah setempat, Nur Barakah.

Kantor berita Reuters melaporkan, puluhan roket meluncur dari Gaza ke Israel selatan. Pihak penjajah mengatakan bahwa sebuah bus hancur terbakar akibat serangan roket dari Gaza di dekat perbatasan. Satu tentara kritis dan serangan itu juga mengenai dua rumah.

Sejumlah pejabat medis Israel menggungkapkan lebih dari sepuluh orang luka-luka akibat serangan roket dari Gaza.

Militer Israel memperkirakan sebanyak 80 roket telah ditembakkan dari dalam Gaza. Sirene bahaya di kota-kota Israel di dekat perbatasan selatan saling bersahutan menyusul serangan roket.

Pada bagiannya, Israel mengerahkan jet tempur untuk membalas serangan. Serangan itu menargetkan sejumlah lokasi yang diduga lokasi pejuang. Salah satu target, kantor saluran TV Hamas. Kantor tersebut hancur setelah dihantam roket jet tempur.

Front Rakyat Pembebasan Palestina menambahkan, sedikitnya dua pejuang Palestina gugur akibat serangan udara Israel pada Senin. Belum diketahui jatuhnya korban sipil akibat serangan Israel tersebut.

Pertempuran tersebut meletus setelah Israel menggelar operasi pembunuhan komandan Hamas di Khan Yonis di Jalur Gaza, Nur Barakah. Tentara Israel menyusup ke sebuah mobil sipil yang ditumpangi Barakah dan membunuhnya.


Pejuang Hamas segera mengerahkan pasukan untuk memburu eksekutor. Israel mengirim jet tempur untuk melindungi eksekutor dari kejaran. Sedikitnya enam pejuang Hamas gugur dalam pengejaran itu.

“Sebagai balasan atas kejahatan kemarin, operasi gabungan faksi-faksi perlawanan mengumumkan mulai menggempur lokasi musuh dengan puluhan roket,” kata pernyataan Brigade Al-Qassam setelah prosesi pemakaman Nur Barakah dan pejuang lainnya.

KIBLAT






Promo