
Mantan Panglima ABRI ini menganggap bahwa Aksi Bela Tauhdi sebaiknya tidak perlu digelar. Aksi itu merupakan buntut dari peristiwa pembakaran bendera tauhid yang identik dengan bendera HTI.
"Saya kan katakan tadi, apakah perlu lagi? Mubazir dengan apa perlu sama, bahasanya sama. Memang kita harapkan ya sayang sekali, berpanas-panasan untuk melakukan suatu tuntutan yang sudah dilakukan," kata Wiranto di Istan Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).
Tak sependapat dengan pernyataan Wiranto, Haffidz Abdurrahman dalam tweetnya berkata: "Untuk membela kehormatan agama tidak ada yang mubadzir. Mubadzir itu kalau menghabiskan waktu untuk maksiat. Membela penista agama."
Untuk membela kehormatan agama tidak ada yang mubadzir. Mubadzir itu kalau menghabiskan waktu untuk maksiat. Membela penista agama. #AksiBelaTauhid #AksiBelaTauhid211 https://t.co/BbDCTYEWOD
— Hafidz Abdurrahman (@Hafidz_AR1924) November 2, 2018