Fredrich Yunadi dan Dokter merekayasa kecelakaan dan sakit SN. Lantas bagaimana dg Polisi yg menyatakan itu Murni kecelakaan? Ikut dlm persekongkolan tsb juga? @KPK_RI berani mengusut Polisi juga?
Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh Diperiksa KPK sebagai Tersangka
Mengutip Kompas.com, 12/01/18, KPK mengungkapkan adanya dugaan persekongkolan antara Fredrich dan Bimanesh. KPK menduga, kedua tersangka bekerja sama memasukkan Setya Novanto ke RS untuk dilakukan rawat inap dengan data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa.
Padahal, saat itu, Novanto yang merupakan tersangka kasus korupsi e-KTP sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang.
Baca: Kasus Fredrich dan Dokter Bimanesh, Peringatan agar Tak Salah Gunakan Profesi
Bimanesh merupakan dokter yang pernah merawat Novanto setelah mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, sementara Fredrich saat itu sebagai kuasa hukum Novanto.
Keduanya diduga bekerja sama agar Novanto dapat menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK.
Keduanya disangka melakukan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.
Menanggapi pemberitaan itu Aktivis Antikorupsi Dahnil Anzar yang juga Pimpinan Pemuda Muhammadiyah memberi tanggapan melalui twiternya. Dalam twittnya Dahnil mempertanyakan polisi yg saat itu mengungkap tentang kecelakaan setnov murni kecelakaan. Dia bekata: "Fredrich Yunadi dan Dokter merekayasa kecelakaan dan sakit SN. Lantas bagaimana dg Polisi yg menyatakan itu Murni kecelakaan? Ikut dlm persekongkolan tsb juga? @KPK_RI berani mengusut Polisi juga?"
Pernyataan yang ditwit Dahnil pun mendapatkan tanggapan dari warganet;Fredrich Yunadi dan Dokter merekayasa kecelakaan dan sakit SN. Lantas bagaimana dg Polisi yg menyatakan itu Murni kecelakaan? Ikut dlm persekongkolan tsb juga? @KPK_RI berani mengusut Polisi juga? pic.twitter.com/QY1KJ5zSck
— 278 Hari (@Dahnilanzar) January 13, 2018
Ah.. ternyata negeri ini bukan merah putih.. ini negeri abu-abu
— RakyatJelata (@oentoenk13) January 13, 2018
Tak luput pula seorang jurnalis dari @Metro_TV yang mengaku menjemput dan menjadi supir SN untuk mengisi Acara Talk show di stasiun televisi tersebut.
— Ri_Purna (Account Real) #BukanNetizenBayaran (@Ri_Purna28mei) January 13, 2018
Apakah berani @KPK_RI mengusut tuntas para penghalang penyeledikan kasus korupsi E-KTP?
Klo begitu tiang listrik termasuk oknum yg bersekongkol. Tangkap tiang listrik!
— KurupukCingcau. (@Akta119) January 13, 2018
Jgn berharap Bnyk kpd pimpinan @KPK_RI saat ini tunggu gnti pimpinan,,rakyat d kelabui @KPK_RI trs mlh yg d ramaikan Fredrich sm dokter ny,shrus ny tangkepin jg penerima uang E KTP yg jelas2 sdh d sebut syp2 ny,apa @KPK_RI tkut maklum Mentri aktiv d d duga menerima,,
— bersyukur..... (@AriaRivani) January 13, 2018
