
“Ketika kecintaan itu diwujudkan dalam bentuk kritik dan pendewasaan tanpa memanjakan, apakah itu bukan cinta Indonesia?Tentu kritik yang konstruktif,” tuturnya dalam akun twitter pribadinya, @HaedarNS pada Ahad (28/10/2018).
“Itu merupakan wujud cinta Indonesia agar yang dicintai tetap utuh lahir dan batin serta tidak salah arah jalan,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia memberikan kritik terhadap pihak-pihak yang kerap melontarkan jargon “Aku Indonesia”. Menurutnya, jika benar-benar cinta Indonesia, seharusnya tidak membiarkan ekonomi krisis.
“Jika benar-benar “Aku Indonesia”, jangan biarkan rupiah terpuruk, ekonomi krisis, politik disandera, perusahaan-perusahaan milik negara disalahgunakan, mafia-mafia impor merajalela, narkoba meluas, penjahat kerah putih beraksi leluasa,” paparnya.
Cuitan Haedar ini pun ditanggapi oleh banyak netizen. Akun @sebasti48180093 memaparkan bahwa banyak orang yang teriak “saya pancasila” namun mengusir tokoh-tokoh yang dianggap berseberangan dengan pendapatnya.
“Ada yg merasa paling punya negeri ini dg teriak2: saya indonesia… Saya pancasila… Tapi dg Seenaknya bakar2 bendera tauhid, membubarkan pengajian, mengusir tokoh2 yg berseberangan meskipun dinegaranya sendiri. Apakah selamanya umat akan terus diam??,” tulisnya.
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar
KIBLAT